Bismillah, wasshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah. Amma ba’du:
Umrah bukan sekadar perjalanan fisik, tapi sebuah perjalanan hati menuju penyucian diri, bentuk penghambaan sejati kepada Allah ﷻ. Dari ihram hingga tahallul, setiap tahap ibadah mengandung makna dan pelajaran yang mendalam.
Melalui artikel ini, Arah Umroh menyajikan panduan singkat dan praktis untuk memudahkan jamaah dalam menjalankan ibadah umrah sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, lengkap dengan penjelasan aplikatif agar tidak hanya sah secara hukum, tapi juga penuh ruhiyah.
Rukun Umrah
Secara garis besar, umrah terdiri dari empat rukun utama yang harus dilakukan secara berurutan:
- Ihram
- Thawaf
- Sa’i
- Tahallul
Selain itu, ada amalan-amalan pelengkap (sunnah) yang sangat dianjurkan karena mengandung banyak keutamaan.
1️⃣ Ihram
Apa itu ihram?
Ihram secara istilah adalah niat memasuki ibadah umrah disertai kesiapan meninggalkan larangan-larangan tertentu.
Unsur Penting Ihram:
- Niat: dilakukan sebelum melewati miqat (batas tempat masuk ibadah).
- Miqat: lokasi yang ditetapkan untuk mulai berihram.
- Pakaian Ihram: pria mengenakan dua lembar kain putih, wanita berpakaian syar’i tanpa cadar dan sarung tangan.
- Larangan Ihram: seperti memotong kuku, mencukur rambut, memakai parfum, dsb.
Miqat Jamaah Indonesia:
📍 Yalamlam – ditetapkan untuk jamaah yang datang dari Asia Tenggara (termasuk Indonesia).
✈️ Jika berangkat langsung ke Jeddah, niat ihram dilakukan di atas pesawat, sebelum melewati Yalamlam.
2️⃣ Thawaf
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
Tata Cara Thawaf:
- Harus dalam keadaan suci (berwudhu)
- Ka’bah selalu di sebelah kiri
- Sunnah mencium atau mengisyaratkan ke Hajar Aswad
- Membaca doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:
“Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar” - Setelah selesai, shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, lalu minum air Zamzam.
3️⃣ Sa’i
Sa’i adalah berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah.
Tata Cara Sa’i:
- Memulai dari Bukit Shafa, membaca dzikir dan doa
- Berlari kecil (pria saja) antara dua tanda hijau
- Bacaan, dzikir, atau doa bebas selama perjalanan
- Sa’i berakhir di Bukit Marwah
4️⃣ Tahallul
Tahallul adalah mengakhiri ibadah umrah dengan memotong atau mencukur rambut.
Tata Cara Tahallul:
- Pria: disunnahkan cukur habis (ḥalq), boleh juga potong pendek.
- Wanita: cukup memotong sedikit rambut (± satu ruas jari).
Dengan tahallul, semua larangan ihram menjadi halal kembali, dan selesailah rangkaian umrah Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja rukun umrah?
Ada empat: ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Rukun adalah bagian yang tidak bisa diganti dengan dam, sehingga bila salah satunya tertinggal, umrah tidak sah dan harus diulang.
Di mana jamaah Indonesia biasanya berihram?
Jamaah Indonesia umumnya berihram di miqat Qarnul Manazil, yang dikenal sebagai Bir Ali, saat melintas dari arah Madinah menuju Mekkah. Bagi yang langsung menuju Mekkah lewat udara, miqat ditetapkan sebelum memasuki batas tanah haram.
Berapa kali thawaf dan sa’i dilakukan?
Thawaf tujuh kali mengelilingi Ka’bah, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Sa’i tujuh kali perjalanan antara Shafa dan Marwah, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
Apa yang membedakan rukun dan wajib umrah?
Rukun tidak bisa diganti dengan apa pun. Bila tertinggal, umrah tidak sah. Wajib bisa diganti dengan dam atau menyembelih hewan. Contoh wajib adalah berihram dari miqat yang ditentukan.
Apakah jamaah yang sakit tetap bisa menyelesaikan thawaf?
Bisa, dengan pendampingan atau bantuan kursi roda. Thawaf tetap harus dilakukan sendiri dengan niat dan isyarat dari jamaah yang bersangkutan, bukan diwakilkan sepenuhnya.
Kapan tahallul dilakukan?
Tahallul dilakukan setelah sa’i selesai. Setelah itu jamaah keluar dari ihram dan larangan ihram tidak lagi berlaku.
Penutup
Semoga ibadah umrah Anda diterima Allah ﷻ dan menjadi awal perubahan hidup yang lebih baik.
Arah Umroh siap mendampingi setiap langkah Anda, dari persiapan hingga kembali ke tanah air dalam keadaan penuh berkah.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيم، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم
“Ya Allah, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.”
Aamiin.



